TUHAN DALAM GEN KITA
Mengamati alam sekitar bahkan mengamati diri kita sendiri
akan memunculkan beberapa pertanyaan. Siapa yang menciptakan alam dan isinya
sedemikian rupa sempurna? Siapa yang menggerakkan dan mengatur serta
menjaganya? Yang pasti suatu zat yang otak kita pun tidak dapat menjangkaunya.
Makhluk hidup seperti manusia tersusun atas gen. Pada
hakikatnya manusia diberi porsi kemampuan yang sama. Hanya saja ada beberapa
factor yang mempengaruhi yaitu gen. Dalam kamus biologi gen diartikan sebagai
kromosom yang mengandung pembawa sifat yang diturunkan; sepenggal DNA yang
berfungsi mengendalikan sifat; suatu materi yang terdapat dalam kromosom tubuh
makhluk hidup yang dapat mengendalikan ciri suatu organisme.
Manusia dan makhluk hidup tersusun atas sel-sel yang
jumlahnya begitu banyak. Setiap sel mempunyai struktur dan fungsi yang sama.
Tapi, setelah sel-sel tersebut terkumpul menjadi suatu organ hasilnya akan
memiliki penampilan dan fungsi yang berbeda. Disini gen berperan sebagai
pengatur atau pengendali fungsi dari setiap sel-sel tersebut. Penelitian yang
dilakukan oleh Kazuo Murakami memperkenalkan bahwa dalam gen terdapat tombol
nyala/padam. Tombol ini dikenal berfungsi untuk mengaktifkankan atau
menonaktifkan gen sesuai dengan prosedurnya. Sehingga suatu sel tidak akan melampaui
batas garis ketentuannya dimana suatu sel rambut akan tetap menjadi sel rambut
dan sel kuku akan tetap menjadi sel kuku.
Karakteristik gen selama ini dianggap mutlak atau tetap.
Padahal sifat yang ada pada diri setiap makhluk tidak hanya pengaruh dari
factor gen saja, namun factor lingkungan dan factor fikiran dapat merubah gen
yang awalnya dorman menjadi aktif. Berfikiran
positif mampu membuat gen-gen yang sifatnya positif akan menjadi aktif.
Sebaliknya berfikir negative juga akan mengaktifkan gen negative. Meskipun
sulit bagi kita untuk selalu berfikir positif apalagi menjaga hidup agar selalu
bahagia. Oleh karena itu, dokter di Negara Jepang tidak memberitahukan kepada
pasiennya apabila mengidap suatu penyakit seperti kanker. Hal ini bertujuan
agar si pasien selalu berfikiran positif dan terhindar dari doktrin-doktrin
bagi dirinya untuk berfikiran negative.
Seseorang akan berpotensi seperti apa yang ia fikirkan.
Sehingga factor fikiran dapat mempengaruhi cara gen bekerja, yang selama ini
dikenal dengan istilah sugesti. Sebagai contoh, apabila seorang berasal dari
keturunan yang mempunyai riwayat diabetes dan mendoktrin dirinya akan mewarisi
penyakit diabetes tersebut, maka gen negative akan aktif yang membuat seseorang
akan benar-benar menderita penyakit diabetes.
Di dalam sel terdapat nucleus, dimana nucleus mengandung
DNA yang di permukaannya tertulis kode genetic yang sering disingkat dengan A,
C, G, dan T. kode kode ini mengandung semua informasi yang diperlukan dalam
membentuk kehidupan. Satu sel manusia mengandung tiga miliar dari kode ini.
Huruf-huruf ini berpasang-pasangan A(adenine) berpasangan dengan T(timin),
C(sitosin) berpasanagan dengan G(guanine). Sel merupakan suatu unit dasar dari
seluruh makhluk hidup, dan gen merupakan suatu cetak biru yang memungkinkan
diteruskannya kehidupan ke generasi-generasi berikutnya.
Factor-faktor yang terlibat dalam aktivasi gen yaitu gen
itu sendiri, lingkungan, dan pola fikir. Seorang genius yang menikah dengan
seorang yang berparas tampan tidak dapat dipastikan bahwa keturunannya akan
berwajah cantik dan mempunyai otak cerdas. Kebanyakan dari kejadiaan seperti
itu menghasilkan anak yang biasa-biasa saja. Mungkin gen manusia tidak hanya
mewariskan kemampuan dan memori yang diturunkan dari generasi ke generasi
berikutnya, namun juga dari proses evolusi yang berlangsung selama
bertahun-tahun bahkan jutaan tahun kedepan yang memungkinkan bukan keturunannya
langsung yang mewarisi kecantikan dan kecerdasan dari orang tuanya melainkan
diwariskan kepada cucu-cucu atau generasi yang jauh dibawahnya.
Sifat unik yang dimiliki gen adalah gen tidak bertambah
tua. Seberapapun tuanya usia kita, gen yang kita miliki masih sama dengan gen
kita selama masih muda. Jadi, tidak ada anggapan bahwa seseorang yang
dilahirkan dari orang tua yang masih muda akan tumbuh lebih hebat dari anak
yang dilhirkan dari orang tua yang sudah tua. Karakter seorang anak akan dapat
ditempa dari sebelum lahir. Penelitian membuktikan bahwa karakter seorang anak
telah terbentuk 25 tahun sebelum dia dilahirkan. Artinya, meskipun seseorang
telah tua tidak mesti akan melahirkan seorang anak yang kalah dari anak yang
terlahir dari Rahim ibu yang masih muda. Tetapi tidak mengelak dari kemungkinan
bahwa factor lingkungan dan pola fikir ikut berperan dalam pengaktifan gen-gen
yang dorman.
Disamping lingkungan tempat seseorang dibesarkan,
lingkungan baru ikut berperan sebagai dalam pengaktifan gen-gen yang dorman.
Seseorang yang pindah ke lingkungan yang baru akan dipaksa untuk beradaptasi
dengan lingkungan barunya. Sebagai contoh adalah bakteri E.Coli yang beri makanan berupa laktosa. Gen yang pada awalnya
dorman pun dapat dipicu untuk bereaksi dengan lingkungan yang baru.
Perubahan kondisi lingkungan dapat menciptakan aktivasi
sel-sel secara sempurna. Seseorang yang kerap melakukan perpindahan akan
semakin bertanggung jawab dan tentunya akan mempunyai banyak pengalaman.
Mahasiswa di Negara Amerika menyelesaikan study S1 hingga S2 di
universitas-universitas yang berbeda. Tentunya hal ini akan banyak mendapatkan
keuntungan dan pembelajaran yang berbeda serta menemukan hal-hal baru dan dapat
melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda.
Ketika hidup di lingkungan yang baru tentunya akan
mendapat banyak informasi-informasi yang baru dan berbeda dari sebelumnya yang
dapat merubah hidup seseorang. Informasi sangat penting dalam dunia ilmiah.
Mendapat banyak kenalan baru yang membuat saling bertukar fikiran satu sama
lain yang kemudian dapat menimbulkan etos kerja sama sehingga tumbuh reaksi
memberi dan menerima yakni sebagai dasar dari hubungan antarmanusia. Hal
tersebut berhubungan dengan QS An Nisa ayat 1 yang menjelaskan tentang manusia
diciptakan dari diri yang satu, kemudian diciptakan daripadanya istri dan
daripada keduanya pula Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang
banyak. Dan perintah untuk saling memberi satu sama lain serta seruan untuk
memelihara hubungan silaturahmi.
Saat mempelajari tentang gen dan sel serta bagian-bagian
penyusunnya, sering timbul rasa takjub kepada sang pencipta alam semesta
berikut siklus-siklus yang mengaturnya. Gen terkandung di dalam nucleus yang
ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata namun memuat
informasi genetic yang begitu besar jumlahnya. Kekuatan yang Maha Agung yang
telah menciptakan dan menyusun makhluk hidup
yang tak hanya manusia, tetapi juga melipui mikroorganisme, tumbuhan,
hewan, dan manusia yang tersusun dari miliaran gen per organisme serta
menciptakannya dengan sifat-sifat yang berbeda.
Murakami, Kazuo.2008. The
Divine Message of the DNA, Tuhan dalam Gen Kita. Bandung: Mizan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar