Jumat, 11 November 2016

TUHAN DALAM GEN KITA

TUHAN DALAM GEN KITA

Mengamati alam sekitar bahkan mengamati diri kita sendiri akan memunculkan beberapa pertanyaan. Siapa yang menciptakan alam dan isinya sedemikian rupa sempurna? Siapa yang menggerakkan dan mengatur serta menjaganya? Yang pasti suatu zat yang otak kita pun tidak dapat menjangkaunya.
Makhluk hidup seperti manusia tersusun atas gen. Pada hakikatnya manusia diberi porsi kemampuan yang sama. Hanya saja ada beberapa factor yang mempengaruhi yaitu gen. Dalam kamus biologi gen diartikan sebagai kromosom yang mengandung pembawa sifat yang diturunkan; sepenggal DNA yang berfungsi mengendalikan sifat; suatu materi yang terdapat dalam kromosom tubuh makhluk hidup yang dapat mengendalikan ciri suatu organisme.
Manusia dan makhluk hidup tersusun atas sel-sel yang jumlahnya begitu banyak. Setiap sel mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Tapi, setelah sel-sel tersebut terkumpul menjadi suatu organ hasilnya akan memiliki penampilan dan fungsi yang berbeda. Disini gen berperan sebagai pengatur atau pengendali fungsi dari setiap sel-sel tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Kazuo Murakami memperkenalkan bahwa dalam gen terdapat tombol nyala/padam. Tombol ini dikenal berfungsi untuk mengaktifkankan atau menonaktifkan gen sesuai dengan prosedurnya. Sehingga suatu sel tidak akan melampaui batas garis ketentuannya dimana suatu sel rambut akan tetap menjadi sel rambut dan sel kuku akan tetap menjadi sel kuku.
Karakteristik gen selama ini dianggap mutlak atau tetap. Padahal sifat yang ada pada diri setiap makhluk tidak hanya pengaruh dari factor gen saja, namun factor lingkungan dan factor fikiran dapat merubah gen yang awalnya dorman menjadi aktif.  Berfikiran positif mampu membuat gen-gen yang sifatnya positif akan menjadi aktif. Sebaliknya berfikir negative juga akan mengaktifkan gen negative. Meskipun sulit bagi kita untuk selalu berfikir positif apalagi menjaga hidup agar selalu bahagia. Oleh karena itu, dokter di Negara Jepang tidak memberitahukan kepada pasiennya apabila mengidap suatu penyakit seperti kanker. Hal ini bertujuan agar si pasien selalu berfikiran positif dan terhindar dari doktrin-doktrin bagi dirinya untuk berfikiran negative.
Seseorang akan berpotensi seperti apa yang ia fikirkan. Sehingga factor fikiran dapat mempengaruhi cara gen bekerja, yang selama ini dikenal dengan istilah sugesti. Sebagai contoh, apabila seorang berasal dari keturunan yang mempunyai riwayat diabetes dan mendoktrin dirinya akan mewarisi penyakit diabetes tersebut, maka gen negative akan aktif yang membuat seseorang akan benar-benar menderita penyakit diabetes.
Di dalam sel terdapat nucleus, dimana nucleus mengandung DNA yang di permukaannya tertulis kode genetic yang sering disingkat dengan A, C, G, dan T. kode kode ini mengandung semua informasi yang diperlukan dalam membentuk kehidupan. Satu sel manusia mengandung tiga miliar dari kode ini. Huruf-huruf ini berpasang-pasangan A(adenine) berpasangan dengan T(timin), C(sitosin) berpasanagan dengan G(guanine). Sel merupakan suatu unit dasar dari seluruh makhluk hidup, dan gen merupakan suatu cetak biru yang memungkinkan diteruskannya kehidupan ke generasi-generasi berikutnya.
Factor-faktor yang terlibat dalam aktivasi gen yaitu gen itu sendiri, lingkungan, dan pola fikir. Seorang genius yang menikah dengan seorang yang berparas tampan tidak dapat dipastikan bahwa keturunannya akan berwajah cantik dan mempunyai otak cerdas. Kebanyakan dari kejadiaan seperti itu menghasilkan anak yang biasa-biasa saja. Mungkin gen manusia tidak hanya mewariskan kemampuan dan memori yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, namun juga dari proses evolusi yang berlangsung selama bertahun-tahun bahkan jutaan tahun kedepan yang memungkinkan bukan keturunannya langsung yang mewarisi kecantikan dan kecerdasan dari orang tuanya melainkan diwariskan kepada cucu-cucu atau generasi yang jauh dibawahnya.
Sifat unik yang dimiliki gen adalah gen tidak bertambah tua. Seberapapun tuanya usia kita, gen yang kita miliki masih sama dengan gen kita selama masih muda. Jadi, tidak ada anggapan bahwa seseorang yang dilahirkan dari orang tua yang masih muda akan tumbuh lebih hebat dari anak yang dilhirkan dari orang tua yang sudah tua. Karakter seorang anak akan dapat ditempa dari sebelum lahir. Penelitian membuktikan bahwa karakter seorang anak telah terbentuk 25 tahun sebelum dia dilahirkan. Artinya, meskipun seseorang telah tua tidak mesti akan melahirkan seorang anak yang kalah dari anak yang terlahir dari Rahim ibu yang masih muda. Tetapi tidak mengelak dari kemungkinan bahwa factor lingkungan dan pola fikir ikut berperan dalam pengaktifan gen-gen yang dorman.
Disamping lingkungan tempat seseorang dibesarkan, lingkungan baru ikut berperan sebagai dalam pengaktifan gen-gen yang dorman. Seseorang yang pindah ke lingkungan yang baru akan dipaksa untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sebagai contoh adalah bakteri E.Coli yang beri makanan berupa laktosa. Gen yang pada awalnya dorman pun dapat dipicu untuk bereaksi dengan lingkungan yang baru.
Perubahan kondisi lingkungan dapat menciptakan aktivasi sel-sel secara sempurna. Seseorang yang kerap melakukan perpindahan akan semakin bertanggung jawab dan tentunya akan mempunyai banyak pengalaman. Mahasiswa di Negara Amerika menyelesaikan study S1 hingga S2 di universitas-universitas yang berbeda. Tentunya hal ini akan banyak mendapatkan keuntungan dan pembelajaran yang berbeda serta menemukan hal-hal baru dan dapat melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda.
Ketika hidup di lingkungan yang baru tentunya akan mendapat banyak informasi-informasi yang baru dan berbeda dari sebelumnya yang dapat merubah hidup seseorang. Informasi sangat penting dalam dunia ilmiah. Mendapat banyak kenalan baru yang membuat saling bertukar fikiran satu sama lain yang kemudian dapat menimbulkan etos kerja sama sehingga tumbuh reaksi memberi dan menerima yakni sebagai dasar dari hubungan antarmanusia. Hal tersebut berhubungan dengan QS An Nisa ayat 1 yang menjelaskan tentang manusia diciptakan dari diri yang satu, kemudian diciptakan daripadanya istri dan daripada keduanya pula Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan perintah untuk saling memberi satu sama lain serta seruan untuk memelihara hubungan silaturahmi.
Saat mempelajari tentang gen dan sel serta bagian-bagian penyusunnya, sering timbul rasa takjub kepada sang pencipta alam semesta berikut siklus-siklus yang mengaturnya. Gen terkandung di dalam nucleus yang ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata namun memuat informasi genetic yang begitu besar jumlahnya. Kekuatan yang Maha Agung yang telah menciptakan dan menyusun makhluk hidup  yang tak hanya manusia, tetapi juga melipui mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia yang tersusun dari miliaran gen per organisme serta menciptakannya dengan sifat-sifat yang berbeda.


Murakami, Kazuo.2008. The Divine Message of the DNA, Tuhan dalam Gen Kita. Bandung: Mizan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar