Kamis, 01 Oktober 2015

Pelajaran Hidup Untukku

Hasil gambar untuk gambar uang logam 100 rupiah

Ku susuri lorong-lorong jalan dari kampus menuju kosku, begitu banyak pelajaran hidup yang dapat ku petik. Makna akan pentingnya berusaha, bekerja, dan ikhtiar, serta peran ikhlas dan sabar yang ikut ambil andil di dalamnya. Tanggung jawab orang-orang itu, membuat aku berfikir, kerasnya hidup tetap harus dijalani. Mengeluh, saya kira itu hal yang wajar bagi seorang manusia. Tapi, katakan "tidak" untuk berputus asa.
Jogja mengajarkan aku untuk tahu, bahwa Rp 100 itu juga uang. Uang yang di kumpulkan mereka dengan mandi keringat setiap hari. Uang yang dulu aku sia-siakan bahkan enggan memungutnya tatkala jatuh. Anekaragam hal baru ku dapati di kota ini, yang tidak pernah ku dapati di daerahku. Mulai dari yang ngamen, berdagang makanan keliling dengan berjalan kaki, pemulung dan sebagainya. 
Hatiku terketuk ketika mataku terpusat ke arah sosok tua dengan kaki pincang berjalan di bawah terik matahari sambil mengedarkan koran-korannya. Hal baru bagiku, yang tak ku dapati selama di desaku. Hal itu membuat aku ingat kepada orang tuaku di kampung bagaimana mereka rela banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anank-anaknya. Aku merasa malu, aku hanya bisa meminta kepada mereka, seakan aku hisap keringat mereka.
Ya, ku kira aku harus  sungguh-sungguh dalam menjalani setiap waktu. Aku merubah pradigma yang mengatakan bahwa hidup adalah sebuah permainan yang kita adalah boneka di dalamnya. Hidup bukan neraka bagi mereka yang lemah atau hidup bukan surga bagi mereka yang berkuasa.
Hidup adalah saat kita dapat melihat kebawah ketika kita senang dan melihat ke atas sebagai motivasi.

...Salam Dari ku Ya...