Minggu, 08 November 2015

SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM

SEJARAH BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM
Sebelum datangnya agama islam ke semenanjung arab, bangsa arab telah mempunyai berbagai macam anutan kepercayaan, adat istiadat maupun aturan-aturan hidup. Agama islam datang merubah pola gaya hidup mereka yang melenceng dari kebenaran. Islam membawa pesan akhlak, aturan-aturan beserta hukumnya dan tentang ketauhidan.
Masuknya agama islam ke tempat dimana penduduknya telah memiliki kepercayaan masing-masing tidaklah mudah. Kebiasaan-kebiasaan dan pola hidup yang telah mendarah daging tidak mudah untuk di ubah. Akibatnya, banyak terjadi pertempuran-pertempuran sebagai wujud perlawanan mereka untuk mempertahankan kepercayaan, sehingga penyebaran agama islam ke semenanjug arab banyak memakan waktu.
Bangsa arab pada saat itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu penduduk gurun pasir dan penduduk kota. Penduduk gurun mulai dikenal pada abad kekinian pada masa itu yakni kira-kira seratus lima puluh tahun sebelum datangnya islam. Alasan yang mendasar adalah karena penduduk gurun terlalu terbelakang dan belum mengenal huruf apalagi system pemerintahan.Jadi keterbelakangan ini yang membuat tidak adanya peninggalan-peninggalan yang menjelaskan sejarah mereka. Adapun penduduk kota ialah penduduk yang lebih maju dibanding penduduk gurun. Mereka telah mengenal system pemerintahan bahkan telah terbentuknya kerajaan yaitu kerajaan Hirah dan Ghassan.
Disamping keterbelakangan penduduk gurun, ternyata ada keistimewaannya.Bahasa mereka yang masih murni tanpa adanya campuran dari bahasa asing membuat tempat itu menjadi tempat belajar bahasa. Berbeda dengan penduduk kota yang telah melakukan transaksi dengan bangsa asing membuat bahasa maupun adat mengalami percampuran sehingga tidak terpeliharanya keaslian mereka.

NEGERI-NEGERI DAN  KERAJAAN-KERAJAANNYA
Yaman
Negeri Yaman adalah negeri yang terkenal akan tanahnya yang subur dan bercurah hujan.  Penduduk Yaman telah mampu berinteraksi dengan bangsa lain khususnya para saudagar-saudagar dari berbagai daerah. Bahkan mereka mampu membuat waduk-waduk dan bendungan yang dijadikan tempat penyimpanan air agar tidak terjadi musibah kekurangan air dan musibah banjir.Kemakmuran di negeri Yaman melahirkan berdirinya berbagai macam kerajaan-kerajaan kecil.
Kerajaan Saba’terkenal karna kemashurannya. Ratunya yang terkenal adalah ratu Bulqis yang ceritanya di riwayatkan di dalam Al-Qur,an bersama Nabi Sulaiman dan burung Hud dan bendungan Ma’rib yang terkenal dalam sejarahnya. Bendungan yang dirancang oleh arsitek-arsitek terkenal di masa itu, juga merupakan bendungan raksasa yang mampu membendung air diantara dua gunung.
Bendungan raksasa ini tentunya perlu pengawasan dan renovasi.Akan tetapi seiring melemahnya kerajaan Saba’ membuat bendungan kurang pengawasan dan akhirnya jebol. Kejadian ini membuat penduduk Yaman banyak yang mengungsi ke bagian utara Jazirah arab.
Runtuhnya kerajaan Saba’ mengawali berdirinya kerajaan Himyar.Negeri Yaman di bawah kekuasaan kerajaan Himyar sangat makmur.Raja-rajanya memperbaiki tatanan pertanian, pengairan dengan memperbaiki bendungan-bendungan.
Kerajaan ini pada akhirnya melemah pula. Kejadian yang sama terulang kembali yakni jebolnya bendungan-bendungan karena air bah dan banjir yang disebabkan kurangnya pengawasan dan perbaikan dam yang menyebabkan penduduk hijrah ke utara Jazirah Arab
Kesuburan tanah dan kemakmuran di negeri itu mengundang para penjajah untuk berebut kekuasaan apalagi dengan runtuhnya kedua kerajaan Saba’ dan Himyar.Diantaranya kerajaan-kerajaan Persia dan Romawi berlomba-lomba hendak menguasai negeri Yaman tersebut.
Di Yamanada seorang raja yang bernama Zu Nu’as penganut agama Yahudi.Di daerah sekitar kekuasaannya yaitu di Najran tersebar agama Masehi. Takut akan pengaruh kerajaan Romawi dan Habsyi yang menjalar melalui agama Masehi akhirnya raja Zu Nu’as memerintahkan penduduk untuk memeluk agama Yahudi. Bagi orang yang menentang akan dibunuh mati. Banyak penduduk yang memilih untuk mati karena tidak mau menukar agama mereka dengan agama Yahudi.
Salah seorang dari penganut agama Masehi mampu meloloskan diri dari hukuman mati.Akhirnya meminta perlindungan dari kerajaan Habsyi.Kemudian kerajaan Habsyi bekerjasama dengan kerajaan Romawi untuk menyerang negeri Yaman.Dengan demikian Zu Nu’as mengalami kekalahan dan akhirnya negeri Yaman jatuh ke tangan kerajaan Habsyi.
Di bagian utara Jazirah Arab terdapat suku-suku yang suka mengganggu kerajaan Persia dan Romawi.Akhirnya kerajaan ini membuat kabilah-kabilah sebagai dinding untuk melindunginya.Kabilah-kabilah ini diambil dari suku-suku yang berasal dari negeri yaman.Mereka difasilitasi senjata dan uang.Dengan demikian berdirilah kerajaan Manadzirah dan Ghassan yang bertugas melindungi kerajaan Persia dan Romawi.
Kerajaan Manadzirah dan Ghassan acap kali mengalami perselisihan.Perselisihan timbul karena sebab tapal batas dan politik.Kerajaan Manadzirah menganut politik kerajaan Persia dan Ghassan menganut Romawi.Akibatnya, kerajaan Persia dan Romawi saling bermusuhan.

HEJAZ
Lain halnya dengan negeri-negeri yang lain, Hejaz merupakan daerah yang tidak pernah mengalami penjajahan atau menjadi rebutan bangsa lain. Factor-faktornya diperkirakan karena daerahnya yang miskin yang mengakibatkan kurangnya gairah para penjajah untuk menguasai negeri itu.Selain itu di negeri ini telah menjadi ka’bah sejak zaman Nabi Ibrahim as.yang membuat penduduknya bersama-sama menjaga negeri itu.

MAKKAH, KOTA SUCI
Makkah merupakan tempat yang menjadi idaman setiap orang muslim dari dulu hingga sekarang. Umat yang rela mengantri panjang dan berbondong-bondong untuk mengunjungi negri itu.Daya tariknya ialah, Makkah menjadi tempatberdirinya ka’bah yang di dirikan oleh Nabi Ibrahim.Dahulu daerah sekitar ka’bah sempit, karena pada awalnya ka’bah adalah tempat upacara-upacara keagamaan.Namun, karena banyaknya orang yang berdatangan dari penjuru dunia akhirnya tanah di sekelilingnya di jadikan tempat upacara-upacara keagamaan.
Kejadian tentang asal usul air zam-zam juga terjadi di kota ini. Ketika Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah untuk mengasingkan Nabi Ismail. Nabi Ismail di tinggalkan di lembah padang pasir bersama ibunya. Suatu ketika mereka kehabisan bekal, dan air susu dari ibu Ismail mongering sementara bayi Ismail terus menangis. Sebagai seorang ibu, Siti Hajar yang tak lain adalah ibu Nabi Ismail berusaha mencari air. Ketika itu suasananya sangat terik sehingga Siti Hajar melihat Fatamorgana yang ada di suatu bukit yang ia kira itu adalah air. Siti Hajar berlarian menuju bukit Shafa dan Marwa hingga tujuh kali.Menjelmalah malaikat menjadi seekor burung yang mematuk-matuk di bawah kaki Ismail.Tatkala Ismail menghentakkan kakinya ke tanah keluarlah air, yang kini kita kenal dengan sebutan air zam-zam. Air zam-zam menjadi sumber air di kota Makkah.

Pemerintahan di kota Makkah
Karena kota Makkah menjadi tempat utuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, maka didirikanlah system pemerintahan yang bertujuan untuk melindungi para jamaah haji.
Terdapat beberapa suku di kota Makkah, diantaranya suku Jurhum. Dimasa kekuasaan Jurhum inilah Nabi Ismail datang.Karena kekayaan yang dimiliki suku Jurhum membuat mereka terlena. Kekuasaan akhirnya berpindah tangan ke suku khuza’ah karena seorang pemimpin  Jurhum meninggalkan Makkah yang merasa lemah tidak dapat menginsyafkan kaummnya. Tak lama kemudian datanglah suku Quraish yang kemudian mampu merebut kekuasaan dari tangan suku Khuza’ah.

Tahun Gajah
Tahun gajah merupakan tahun dimana raja Abrahah yaitu raja dari Habsyi yang menguasai Yaman hendak menghancurkan ka’bah dengan tentara bergajah. Asal mulanya ialah ia geram melihat banyak orang dari penjuru dunia datang ke Makkah untuh menunaikan haji dan umrah dan orang-orang arab sangat mengagung-agungkan ka’bah. Kemudian ia membuat sebuah gereja besar di Yaman dan orang-orang diperintahkannya untuk berkunjung ke tempat itu. Namun hal ini malah mengundang amarah orang-orang Arab.
Salah seorang dari Bani Malik bersumpah bahwa ia akan menghancurkan gereja itu. Suatu ketika ia menyamar dan memasuki gereja tersebut. Setelah gereja pada malam itu sepi ia mulai menjalankan aksinya. Ia merusak apa-apa yang ada di dalam gereja dan melontari dinding dengan kotoran. Abrahan mengetahui hal itu, dan dari sinilah balas dendam Abrahah bermula.
Makkah pada saat penyerangan ka’bah di pimpin oleh Abdul Muthalib yaitu kakek Nabi Muhammad SAW.Sebelumnya telah terjadi perbincangan kecil antara raja Abrahah dan Abdul Muthalib.Pada akhirnya, Abdul Muthalib kembali ke Ka’bah dan melaksanakan Thawaf diikuti para pengikut.Dalam Thawaf Abdul Muthalib berdo’a kepada Allah agar melindungi rumah suci Allah.Kemudian diijabahlah do’a Abdul Muthalib dan Allah mengirimkan burung Ababil dengan batu nerakanya yang dijatuhkan kepada tentara Abrahah yang kemudian kejadian itu diabadikan dalam Al Qur’an Surah Al Fil.
Selain kota Makkah, di Hejas terdapat beberapa kota diantaranya kota Thaif dan Yatsrib dan sebagainya.

Kehidupan di Jazirah Arab
Kehidupan social di Jazirah arab sangat menjunjung tinggi syair Arab. Bagi mereka Syair merupakan seni yang paling indah dan dihargai.Syair-syair yang menurut mereka bagus di gantung di ka’bah.Syair bisa mengangkat derajat orang atau bahkan membuat hina.Selain sebagai seniman seorang penyair dianggap sebagai pahlawan bahkan melebihi pahlawan yang membela Negara dengan pedang dan kekerasan.Syair-syair yang ada pada zaman itu menjadi arti penting karena menggambarkan kehidupan mereka baik dari segi adat istiadat, peperangan, politik, maupun social.
Bangsa arab merupakan bangsa yang haus akan agama. Mereka mencari agama dari dalam diri mereka sendiri atau melihat kejadian-kejadian alam.Bagi mereka yang melihat agama dari dalam diri agama merupakan kepercayaan yang dapat menentramkan hati. Sedangkan bagi mereka yang melihat dari kejadian-kejadian alam agama adalah yang bias menyelamatkan mereka dari kesulitan-kesulitan.
Konon kata, bahwa Jazirah arab dulu adalah daerah yang subur dan hijau yang lambat laun menjadi tandus dan gersang. Hal ini bias menjadi alasan kenapa bangsa Arab haus akan agama karena mereka butuh akan perlindungan. Berbeda halnya dengan bangsa India atau bangsa Thionghoa, bangsa Arab lebih semangat dalam membela agamanya.Seringkali terjadi peperangan di Arab karena penduduk Arab yang kuat dalam memegang teguh agama.
Bangsa Arab telah memeluk agama dari Nabi Ibrahim as.Namun karena ketidak puasan diri dan bosan terhadap ibadah dengan melaksanakan ritual keagamaan.Mereka ingin bebas yang tidak terikat oleh apapun.Akhirnya banyak yang menyeleweng.Ketidak puasan mereka, akhirnya menimbulkan paradigma baru dengan menjasadkan tuhan.Mereka menyembah pohon, bintang-bintang dan lain-lain.
Asal muasal penyembahan berhala adalah ketika penduduk Makkah hendak berpergian mereka selalu membawa batu atau tanah yang berada di Ka’bah untuk disembah di tempatnya yang baru.Mereka melakukan Tawaf sebagaimana mereka Tawaf di Ka’bah.Akhirnya mereka membuat patung-patung dan meletakkannya di samping ka’bah.Namun ka’bah tetap menjadi yang paling utama.Akhirnya agama Nabi Ibrahim tercampur aduk dengan agama Watsani.Meski begitu, ada beberapa orang yang tidak mau menyembah patung-patung atau memakan daging babi.Diantaranya adalah Zaid dan beberapa orang lainnya.
Ada empat berhala yang utama dan terkenal yaitu Hubal adalah berhala yang terbuat dari batu akik warna merah yang di letakan di samping ka’bah, Latta bertempat di Thaif merupakan berhala tertua, Uzza yang letaknya di Hejaz dan Manah yang ada di Yastrib(Madinah).
Bangsa Arab mengorbankan binatang-binatang untuk mendekatkan diri kepada para dewa.Bahkan ada yang mengorbankan manusia, seperti Abdul Muthalib yang hampir menyembeli Abdullah.
Kita tengok ke belakang bahwa di Arab ternyata ada agama ketuhanan yakni agama yang di peluk oleh Zu Nu’as yaitu agama Yahudi. Agama Masehi pun pernah ada di Arab yaitu agama yang dimusnakan oleh Zu Nu’as.
Dilihat dari hubungan kekeluargaan bangsa Arab pada saat itu sudah meninggikan derajat wanita. Terlihat dari cerita-cerita tentang wanita yang terjun di dalam medan perang dan berbagai cerita lainnya. Adapun pembunuhan terhadap bayi-bayi perempuan itu dikarenakan mereka tidak mau kelak ketika wanita sudah dewasa menjadi noda atau menjadi tawanan musuh.Tetapi pembunuhan bayi perempuan hanya terjadi di sebagian wilayah saja. Umumnya system kekeluargaan di sana sama seperti pada umumnya. Ketika hendak menikah seorang laki-laki yang melamar wanita kemudian jika wanita itu menyetujuinya maka akan dinikahinya. Pada zaman itu juga telah dikenal istilah thalaq. Tergambar dari cerita ketiga anak dari Aus bin Haritsah.
Pada zaman jahiliyah jumlah istri di Arab tiada terbatas.Permpuan-perempuan tidak memakai hijab dan biasa keluar rumah dengan menggandeng tangan suaminya seperti bangsa barat.Adapun budaya berpakaian cadar adalah budaya yang diturukan dari bangsa Turki yang diberi corak keislaman. Derita yang dialami oleh perempuan-perempuan Arab pada masa itu ialah istri dari ayah bias di wariskan kepada anak jika sang ayah telah meninggal.


Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Abdul Muthalib adalah seorang yang bertugas menyiapkan air untuk para jama’ah haji.Ia berencana untuk mengusulkan menggali lagi sumber air zam-zam agar keperluan air di Makkah tidak sulit. Namun, kaum Quraish tidak menyetujuinya. Kemudian Abdul Muthalib bernazar, apabila ia diberi 10 orang anak yang dapat membantu tugasnya maka akan dikurbankan salah satu dari anaknya tersebut.
Diijabahlah oleh Allah do’anya.Ia diberi 10 orang. Kemudian ia hendak mengurbankan salah satu anaknya dan dimintanya kepada seorang tukang tenun untuk mengundi anak yang mana yang hendak dijadikan kurban. Kemudian jatuh nama Abdullah dengan disaksikan oleh penduduk sekitar.Abdullah adalah putra bungsu yang paling disayangi oleh Abdul Muthalib Ketika hendak menyembelih putranya, kaum Quraish merasa kasihan kepada Abdullah.Akhirnya diberi pilihan untuk undian ulang antara Abdullah dan 10 ekor unta. Tatkala nama Abdullah jatuh lagi maka akan ditambah 10 ekor unta lagi. Dimaksudkan adalah agar undian jatuh kepada unta. Tetapi setiap undian berlangsung nama Abdullah selalu jatuh sebagai kurban hingga sampai pada tahap unta ke 100.Setelah Abdullah bebas dari penyembelihan akhirnya beritanya tersebar ke seluruh Arab. Akhirnya ia banyak dikenal oleh penduduk Arab.
Setelah Abdullah dewasa ia dinikahkan dengan Siti Aminah binti Wahab. Setelah beberapa saat menikah, Abdullah pergi ke Negeri Syam untuk berniaga. Pada Akhirnnya Abdullah meninggal dalam perjalanan sebelum ia sampai berjumpa lagi dengan Siti Aminah. Namun, ternyata di dalam perut Aminah telah tumbuh janin dari Abdullah.
Pada tanggal 12 Rabi’ul Awal atau 20 April 571 M lahirlah Nabi Muhammad SAW..Nabi terlahir menjadi anak yatim.Aminah meninggal dunia ketika Nabi berumur 6 tahun.Kemudian diasuhlah Nabi oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib.Halimahtus Sa’diah pernah menyusui Nabi ketika Nabi masih kecil.Semenjak itulah Nabi mengembala kambing di kampong halaman Halimahtus Sa’diah.
Setelah kakeknya meninggal, Nabi Muhammad SAW.diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Bersama Abu Thalib Nabi Muhammad SAW. belajar berdagang hingga pernah ke negeri Syam.
Pada usianya yang ke 14 tahun.Terjadi perang Fijar yang ke empat.Disebut perang Fijar karena perang ini terjadi pada bulan-bulan yang diharamkan untuk berperang.Perang fijjar terjadi hingga 5 kali.
Dalam berdagang Nabi Muhammad SAW.Pernah bekerja pada seorang saudagar kaya raya yaitu Siti Khadijah.Dalam bisnisnya bersama Nabi, perniagaan mengalami untung yang berlimpah.Kepiawaian Nabi dalam berdagang dengan mengambil untung yang tidak berlebih membuat barang dagangannya selalu habis. Nabi Muhammmad SAW. terkenal dengan pribadi yang luhur yang kemudian beliau dijuluki sebagai Al-Amin. Kemudian saat usia Nabi menginjak 25 tahun dilamarlah oleh saudagar kaya yang berstatus janda yakni Siti Khadijah.
Semasa hidupnya Nabi banyak menolong penduduk kota Makkah diantaranya mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya. Nabi Muhammad SAW tidak pernah memuja berhala.Ia menganut ajaran Nabi Ibrahim, dan sering menyendiri di gua Hira untuk merenungi alam semesta.
Pada usia ke 40 tahun Nabi dianggkat menjadi Rasul oleh Allah SWT..Beliau menerima wahyu di Gua Hira dalam kesendiriannya.Pada saat itu malaikat jibri menghampirinya dan menyeru kepada Nabi untuk membaca.Iinilah awal turunnya wahyu yaitu QS Al-Alaq ayat 1-5.Beberapa saat setelah turunnya wahyu Allah yang pertama, malaikat datang menghampiri Nabi di Gua Hira.Nabi melihat malaikat Jibril kemudian menggigil dan pulang ke rumah.Sesampainya di rumah di mintanya Khadijah untuk menyelimutinya.Saat itulah wahyu yang ke dua turun.
Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan wahyu terbagi ke dalam dua periode.Periode pertama adalah periode secara sembunyi-sembunyi. Pada periode ini Allah SWT menyeru kepada Nabi supaya menyampaikan agama islam kepada kerabat terdekat. Sesuai yang tercantum dalam QS As Syu’ara 214. Pada periode ini ada sebagian yang menerima, tapi ada juga yang menentang.Diantara yang menentang dakwah Nabi adalah pamannya sendiri yaitu Abu Lahab.
Periode kedua Allah memerintah Nabi berdakwah secara terang-terangan.Sesuai QS Al Hijr 94.  Pada periode ini kaum Quraisy menentang seruan Nabi Muhammad SAW.. Faktor yang menyebabkan kaum Quraisy menentang adala perebutan kekuasaan, menyamakan kedudukan setiap manusia, takut akan hari kebangkitan, taklid dengan agama nenek moyang, dan sebagian dari mereka yang berjualan patung takut akan kedatangan islam membuat mereka rugi.
Penyebaran agama islam ini membuat Nabi dan pengikutnya dimusuhi oleh kaum Quraisy. Kaum Quraisy tak segan-segan untuk menyiksa umat muslim. Pada akhirnya Nabi Muhamma SAW mengirim umatnya ke Habsyi karna Rasul mengetahui bahwa raja Habsyi yaitu raja Negus adalah orang yang adil. Bahkan ketika kaum Quraisy memohon kepada raja Negus untuk memulangkan umat islam ke Makkah raja Negus menolak dan membiarkan Rasul dan pengikutnya tetap tinggal dengan aman.
Ketika Hamzah dan Umar masuk islam bertambah kuatlah islam. Karena Hamzah dan Umar bin Khatab merupakan tokoh yang dianggap kuat. Aneka upaya kaum Quraisy makin menjadi, hingga menemui paman Nabi yaitu Abu Thalib agar mau menghentikan Nabi dalam berdakwah.Namun Abu Thalib menolak.Akhirnya kaum Quraisy menyuruh untuk menukarkan salah satu anaknya dengan Nabi Muhammad.Namun Abu Thalib tetap menolak.
Karena kebenciannya kaum Quraisy terhadap Nabi, akhirnya mereka melakukan pemboikotan terhadap keturunan Bani Hasyim. Isi pemboikotan tersebut adalah mereka tidak akan mengadakan perkawinan dengan Bani Hasyim dan tidak untuk melakukan jual beli. Tidak mau berbicara dan menjenguk orang yang sakit dari keluarga Bani Hasyim bahkan tidak mau mengantarkan jenazah ke kuburannya.Pemboikotan terjadi selama 3 tahun.Karena pemboikotan ini Bani Hasyim menderita dan mengalami kemiskinan dan kelaparan.Namun ada sebagian kaum Quraisy yang merasa kasihan akhirnya merobek pemboikotan dan hubungan keduanya pulih kembali.
Setelah 10 tahun Nabi berdakwah dengan didampingi Siti Hadijah dan Abu Thalib kini beliau kehilangan kedua pelindung beliau hanya dengan selisih tiga hari. Ada yang berpendapat bahwa Abu Thalib meninggal dalam keadaan belum memeluk islam dan ada yang berpendapat bahwa Abu Thalib memeluk islam dengan sembunyi-sembunyi. Tahun ini di sebut tahun duka cita.
Satu tahun sebelum Nabi hijrah terjadi peristiwa isra’ mi’raj.Yaitu naiknya Nabi Muhammad SAW ke sidratul muntaha setelah dari Masjidil Aqsa Palestina dalam waktu semalam. Keesokan harinya ketika beliau menceritakan apa yang dialaminya kaum Quraisy senang karena mendapat bukti bahwa Nabi memang gila. Di tengah-tengah kaum yang tidak percaya, Abu Bakar dengan lantangnya mempercayai apa yang dikatakan oleh Rasul.
Kota Yastrib berbeda halnya dengan pendudukdi Makkah.Bangsa Yastrib menerima ketuhanan, hari bangkit, hisyab, adanya surga dan neraka.Di Yastrib ada golongan suku Aus dan Khazraj.Mereka sering melakukan peperangan.Datangnya Nabi ke Yastrib dapat mempersaudarakan kedua suku tersebut.Saat berada di Yastrib, Rasul berhasil membuat suatu perjanjian yang di sebut dengan Aqabah l. pada tahun ke-13 kenabian dibuatlah perjanjian Aqabah ll.
Perjalanan Nabi dari Makkah ke Madinah dilakukan dengan sembunyi-sembunyi karena kaum Quraisy yang hendak membunuh beliau.Namun kepergian Nabi dan Abu Bakar segera diketahui oleh kaum Quraisy. Akhirnya mereka membuat sayembara barang siapa yang dapat menangkap Nabi baik hidup maupun mati akan dihadiahi 100 ekor unta. Berbeda dengan kaum Makkah yang keji mengusir Nabi dari tempat kelahirannya, penduduk Yastrib justru dengan senang hati menyambut kedatangan Nabi hingga mengiringi dengan berbagai lagu nasyid.
Dalam perjalanan Nabi ke Madinah, beliau sempat singgah ke kota Quba selama 4 hari. Di sana Nabi mendirikan sebuah masjid yang terkenal yakni masjid Quba. Di Quba inila Nabi bertemu dengan Ali bin Abi Thalib kemudian Ali menyusul Nabi berangkat ke Madinah. Peristiwa hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah ini dimulainya tahun islam atas inisiatif Umar bin Khatab agar umat muslim tidak melupakan peristiwa hijrah ini.
Dasar-dasar masyarakat islam yang telah dibentuk oleh Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah mendirikan masjid-masjid, mempersaudarakan kaum Anshar dan kaum  Muhajirin, membuat perjanjian-perjanjian untuk saling bantu membantu antara sesame kaum muslim maupun non muslim, meletakkan dasar politik, ekonomi dan social untuk masyarakat baru.
Mengenai Nabi yang berpoligami, sesungguhnya terdapat berbagai alasan yang murni dengan berbagai hikmah yang tinggi.Nabi Muhammad berpoligami bukan didasarkan atas nafsu tetapi untuk kepentingan umat.
Diantara bani yang memusuhi kaum muslim adalah bani Nadhir, bani Khaibar, bani Quraizhah.

Peperangan-peperangan yang penting dizaman Nabi

Gazwah dan Sariyyah
Perbedaan antara Gazwah dan Sariyyah adalah, Gazwah adalah peperangan yang diikuti oleh Nabi sedangkan Sariyyah adalah peperangan yang diwakilkan Rasulullah kepada sahabatnya.Perang Gazwah terjadi selama 27 kali dan Sariyya 30 kali.banyak terjadi peperangan-peperangan, namun yang akan dibahas adalah beberapa peperangan yang berpengaruh besar terhadap tersiarnya islam.
Gazwah Badr Alkubra
Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke dua hijriah.Perang ini kerab disebut dengan perang badar karena lokasinya yang berada di dekat perigi seorang yang bernama Badr terletak antara Makkah dan Madinah.
Bermula pada saat kaum Quraisy yang mengusir kaum muslim dari kota Makkah. Hijrahnya Nabi dan kaum Muslim tidak membuat kaum Quraisy puas, bahkan mereka teramat kesal mengetahui bahwa Nabi dan pengikutnya mendapat markas baru.
Suatu ketika kaum muslim menahan kafilah kaum Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Maka Abu Sufyan mengirim kira-kira seribu pasukan yang terdiri dari pasukan dan orang-orang besar kaum Quraisy. Berawal dari kaum muslim yang dirampas hartanya oleh kaum Quraisy sehingga kaum Muslimpun menahan barang niaga kaum Quraisy.Setelah harta Quraisy telah selamat, di lembah Bad ada dua pasukan yang masih disana dan saling berhadap-hadapan. Akhirnya terjadilah pertempuran antara umat islam dan kaum Quraisy.
Pertempura yang sengit menyebabkan debu-debu naik ke udara bergulung-gulung.Kemudian berhentilah peperangan itu denga tiga pahlawan Quraisy yang gugur pada waktu itu.Kekalaha kaum Quraisy ini dianggapnya sebagai aib dan makin berkobarnya rasa dendam itu.Mengetahui kekalahan kaum Quraisy akhirnya orang-orang Yahudi pun ikut terjun bergabung dengan kaum Quraisy.Dibuatlah suatu tipu muslihat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.

Perang Uhud
        Perang uhud merupakan kelanjutan dari perang Badr.Terjadi pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke tiga hijriah.Lokasi perang Uhud terjadi di kaki gunung Uhud.Perang ini merupakan ajang balas dendam kaum Quraisy yang kalah pada perang Badr.Berundinglah masing-masing dari kaum Quraisy dan kaum Muslim untuk mempersiapkan diri pada perlawanan.
     Nabi menyusun strategi dengan kaum Muslim di Madinah. Musyawarah mengeluarkan dua pendapat, yaitu perang didalam kota Madinah atau di luar kota Madinah. Pendapat banyak yang mengarah untuk ke luar dari kota Madinah.  Kemudian berangkatlah Nabi dan Kaum Muslim keluar kota Madinah. Saat perjalanan baru dimulai, barisan terpecah menjadi dua yang sepertiganya ikut dalam barisan tokoh munafik yaitu Abdullah bin Ubay yang mengundurkan diri untuk kembali ke Madinah. Alasan Abdullah bin Ubay berkhianat adalah usulannya yang tidak diterima dalam musyawarah.
         Nabi menyusun strategi untuk menyiapkan para pemanah untuk berjaga di atas bukit.Tujuannya adalah supaya dapat menghalau pasukan berkuda kaum Quraisy.Dalam musyawarah, Nabi melarang para pemanah untuk meninggalkan tempatnya.
       Pertempuran pun dimulai.Kaum Muslim menunjukkan tanda-tanda kemenangannya.Akhirnya kaum Muslim mengumpulkan barang bawaan dari kaum Quraisy yang telah kalah.Para pasukan pemanah pun ikut serta turun bukit tanpa menghiraukan nasihat Nabi agar tidak meninggalkan tempat.
          Kesempatan ini telah dinanti-nanti oleh Khalid bin Walid, yaitu tokoh dari pihak kaum Quraisy. Lengahnya pasukan umat Muslim memberi peluang kesempatan bagi kaum Quraisy untuk memukul kaum Muslim.Kejadian itu membuat barisan umat Muslim kocar kacir dan panic.Banyak diaantaranya saling bunuh membunuh dalam sesamanya.Nabi Muhammad SAW pun mengalami luka dan jatuh ke lubang yang berlumur darah.
          Seorang dari kalangan kaum Quraisy berteriak bahwan Nabi telah tewas. Teriakan itu membuat kaum Quraisy merasa puas dan menghentikan pertempuran.Ketika salah seorang dari kaum Muslim hendak menyambung teriakan bahwa Nabi masi hidup dilaranglah oleh Nabi agar peperangan tidak berlanjut yang menyebabkan tumpah darah lagi.70 orang kaum Muslim meninggal pada pertempuran itu.

Perang Ahzab atau Perang Khandak
           Perang yang terjadi pada bulan Syawal tahun ke lima Hijriyah. Terjadi di sekitar kota Madinah bagian utara.Perang ini sebut perang Khandak karena dalam perang ini kaum Muslim membuat strategi berupa parit yang dalam, lebar lagi luas usulan dari Salman Al-Farisi. Khandak adalah bahasa arab yang artinya parit. Dalam peperangan kali ini tidak hanya kaum Quraisy yang melawan kaum Muslim tetapi umat Yahudi pun ikut masuk ke barisan kaum Quraisy yang menambah kuatnya pasukan kaum Quraisy.Tidak hanya kaum Quraisy yang mendapat bantuan dari kaum Yahudi. Umat muslim juga mendapat dukungan dari beberapa bani-bani kafilah.
        Ketika kaum Quraisy hendak memasuki Madinah terkejutlah mereka karena disambut oleh hamparan parit yang luas.Beberapa dari kaum Quraisy hendak mempertaruhkan nyawa dengan menyebrangi parit tersebut.Oleh karena adanya parit tersebut membuatpasukan Quraisy berkemah disekitaran parit.Tetapi badai angina dan hujan menerpa perkemahan itu.Hal ini membuat retaknya barisan kaum Quraisy.
        Dalam peperangan ini kaum Muslim mendapat pertanda kemenangan, yaitu dengan masuk islamnya Nu’aim bin Mas’ud. Nu’aim bin Mas’ud merupakan seorang pemimpin Arab. Nu’aim masuk islam secara diam-diam yang kemudian dijadikan tipu muslihat untuk memecah belah lawan. Badai kiriman dari Allah pun turut membuat lemah pasukan Quraisy.
      Setelah perang khandak selesai dengan dimenangkan oleh umat Muslim, bebrapa waktu kemudian terjadi perundingan Hudaibiah. Berawal dari kaum Muslim yang hendak pergi menunaikan ibadah haji yang kamu Quraisy mengira kaum Muslim akan berperang. Kekhawatiran kaum Quraisy dapat di tenangkan oleh Usman bin Affan yang saat ditahan oleh Quraisy. Terdengar berita bahwa Usman telah dibunuh umat Muslim mengadakan sumpah yang dikenal dengan Bai’atur Ridwan.Isi dalam sumpah ini adalah bahwa mereka siap membela dan berperang mati-matian hingga menang.
           Isi perundingan Hudaibiah antara Umat Muslim dan kaum Quraisy:
1.       Perletakkan senjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun
2.       Orang Quraisy yang tidak mendapat izin dari walinya tidak boleh bertemu kaum Muslim
3.       Quraisy tidak menolak kaum Muslim yang kembali kepada mereka
4.       Dibolehkannya perjanjian di kedua belah pihak
5.   Menangguhkan ibadah umrah hingga tahun depan dan umat muslim yang umrah dilarang membawa peralatan perang kecuali pedang dalam sarung serta tidak mengizinkan kaum muslim untuk tinggal di Makkah lebih dari tiga hari.

Perang Mut’ah
          Terjadi di tahun ke delapan hijriah di desa Mut’ah di utara Jazirah Arab. Peperangan ini terjadi antara kaum muslim dan bangsa Romawi yang bergabung dengan Bani Gassan. Dalam perang ini, Khalid bin Walid membuat gulungan pasir yang tebal untuk menggentarkan pasukan lawan karena perbandingan pasukan yang tiada berimbang. Akhirnya dengan melihat gulungan debu nan tebal itu kaum Quraisy mengira ada ribuan balatentara umat muslim yang akhirnya membuat kaum Quraisy mundur.

Menaklukkan Kota Makkah
       Terjadi pada tahun delapan hijriah yang bertempat di Makkah. Terbukanya peluang dan seringnya menang dalam pertarungan membuka jalan kaum muslim untuk merebut kembali kota Makkah. Selain itu kekuasaan umat muslim semakin meluas sehingga kota Makkah bak terkepung oleh kaum Muslim. Pada perang ini kaum muslim dapat menaklukkan kota Makkah.

Perang Hunain dan Thaif
        Perang Thaif merupakan kelanjutan dari perang Hunain.Terjadi di tahun ke delapan hijriah di Wadi Hunain dan Thaif. Asal muasal perang ini adalah kekuatan yang berusaha menentang islam yang timbul saling susul menyusul.

Perang Tabuk
          Terjadi pada tahun 9 hijriah di kota Tabuk utara Jazirah Arab. Pada tahun ke 9 hijriah ini adalah pintu gerbang kemenangan umat muslim. Tahun ini di sebut tahun Delegansi.Tahun 10 hijriah adalah tahun Dimana Nabi mengerjakan haji terakhir sebelum beliau meninggal.Haji ini sering disebut Hijjatul Wada. Haji ini diikuti oleh umat muslim kira-kira 100.000 orang yang ikut haji bersama Nabi.
                Setelah tiga bulan dilaksanakannya haji wada Rasulullah SAW menderita demam. Sakit ini membuat Rasul tidak dapat mengimami shalat kaum muslim yang akhirnya diutus abu Bakar untuk menggantikannya.
        Ketika Nabi berusia 63 tahun saatnya beliau tutup usia. Beliau meninggal pada hari Senin 13 Rabi’ul Awal tahun ke 11 hijriah. Wafatnya Nabi begitu dirasakan umat muslim.

Khulafa’ur Rasyidin
       Setelah wafatnya Nabi, Abu Bakar terpilih menjadi khalifah untuk menggantikan Rasul.Abu Bakar terpilih melalui system musyawarah.Karena Abu Bakar terpilih karena selama hidupnya Nabi AbuBakar adalah seorang yang selalu mendampingi Nabi.Bahkan peristiwa isra’ mi’raj Abu Bakar menjadi orang yang dengan lantang membenarkan Nabi.Oleh sebab itu Abu Bakar diberi gelar As Sidiq yang artinya benar.
     Peran Abu Bakar sebagai Khalifah adalah memberantas nabi-nabi palsu, perluasan daerah kekuasaan islam, mengadakan zakat, dan mengumpulkan mushaf-mushaf Al-Qur’an. Abu Bakar menjadi Khalifah selama 2 tahun kemudian dia meninggal dunia karena sakit.
       Umar bin Khatab kemudian menggantikan Abu Bakar menjadi Khalifah pasca meninggalnya Abu Bakar As-Sidiq. Umar menjabat sebagai Khalifah selama 10 tahun kemudian di terbunuh dalam pemberontakan saat beliau melaksanan solat. Umar ditunjuk sebagai khalifah dengan cara penunjukan oleh khalifah sebelumnya.
       Usman bin Affan maju menggantikan Umar bin Khatab pasca ditikamnya Umar bin Khatab. Pada masa Usman inilah diadakan pengkodifikasian ayat-ayat Al-Qur’an mengingat banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam medan perang. Usman meninggal karena di bunuh saat ia sedang membaca Al-Qur’an.

          Ali bin Abi Thalib kemudian naik menjadi khalifah berikutnya menggantikan Usman bin Affan.

Kamis, 01 Oktober 2015

Pelajaran Hidup Untukku

Hasil gambar untuk gambar uang logam 100 rupiah

Ku susuri lorong-lorong jalan dari kampus menuju kosku, begitu banyak pelajaran hidup yang dapat ku petik. Makna akan pentingnya berusaha, bekerja, dan ikhtiar, serta peran ikhlas dan sabar yang ikut ambil andil di dalamnya. Tanggung jawab orang-orang itu, membuat aku berfikir, kerasnya hidup tetap harus dijalani. Mengeluh, saya kira itu hal yang wajar bagi seorang manusia. Tapi, katakan "tidak" untuk berputus asa.
Jogja mengajarkan aku untuk tahu, bahwa Rp 100 itu juga uang. Uang yang di kumpulkan mereka dengan mandi keringat setiap hari. Uang yang dulu aku sia-siakan bahkan enggan memungutnya tatkala jatuh. Anekaragam hal baru ku dapati di kota ini, yang tidak pernah ku dapati di daerahku. Mulai dari yang ngamen, berdagang makanan keliling dengan berjalan kaki, pemulung dan sebagainya. 
Hatiku terketuk ketika mataku terpusat ke arah sosok tua dengan kaki pincang berjalan di bawah terik matahari sambil mengedarkan koran-korannya. Hal baru bagiku, yang tak ku dapati selama di desaku. Hal itu membuat aku ingat kepada orang tuaku di kampung bagaimana mereka rela banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anank-anaknya. Aku merasa malu, aku hanya bisa meminta kepada mereka, seakan aku hisap keringat mereka.
Ya, ku kira aku harus  sungguh-sungguh dalam menjalani setiap waktu. Aku merubah pradigma yang mengatakan bahwa hidup adalah sebuah permainan yang kita adalah boneka di dalamnya. Hidup bukan neraka bagi mereka yang lemah atau hidup bukan surga bagi mereka yang berkuasa.
Hidup adalah saat kita dapat melihat kebawah ketika kita senang dan melihat ke atas sebagai motivasi.

...Salam Dari ku Ya...

Minggu, 27 September 2015

INI AKU

Nama saya Titis Ratna Djuwita. Teman-teman banyak yang panggil aku Titis. Tapi, teman SMA biasa manggil aku Dj. Masih tentang nama, aku punya sahabat namanya Uswatun Khasanah biasa dipanggil Uus. Orang yang melihat kita berdua mengira kita adalah saudara kembar. Hingga kita sering dipanggil dengan sebutan "TIKUS" alias Titis Karo Uus. Aku berasal dari Morowali, SUL-TENG. Alamat sekarang di Gowok, Yogyakarta. Aku alumni salah satu MA swasta di daerah asalku, yaitu MAS  Nurul Ummah yang letaknya di Bumi Raya. Sekarang aku kuliah di UIN SUKA.

Melukis itu adalah salah satu hoby aku. Kalau lihat kertas kosong bawaannya ingin nyoret-nyoret. Selain itu aku suka nyanyi, khususnya lagu-lagu yang bernuansa keislaman seperti shalawat dan teman-temannya. Banyak yang nyaranin aku untuk mengembangkan bakatku, tapi aku harus berfikir dua kali, karna hoby itu tidak datang setiap waktu. Ada kalanya saat aku senang dan saat aku malas menggambar.

Mau tau kegiatan harianku?

Kegiatanku, ya sama aja dengan orang-orang pada umumnya. Berangkat ngampus dan pulang lagi. Kupu-kupu ya? Nggak juga sih. Hanya aku ingin cari kegiatan yang mendukung akademikku seperti kursus. Itu sih langkah awalku.