SEJARAH BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM
Sebelum datangnya agama islam ke semenanjung arab,
bangsa arab telah mempunyai berbagai macam anutan kepercayaan, adat istiadat
maupun aturan-aturan hidup. Agama islam datang merubah pola gaya hidup mereka
yang melenceng dari kebenaran. Islam membawa pesan akhlak, aturan-aturan
beserta hukumnya dan tentang ketauhidan.
Masuknya agama islam ke tempat dimana penduduknya telah
memiliki kepercayaan masing-masing tidaklah mudah. Kebiasaan-kebiasaan dan pola
hidup yang telah mendarah daging tidak mudah untuk di ubah. Akibatnya, banyak
terjadi pertempuran-pertempuran sebagai wujud perlawanan mereka untuk
mempertahankan kepercayaan, sehingga penyebaran agama islam ke semenanjug arab
banyak memakan waktu.
Bangsa arab pada saat itu terbagi menjadi dua bagian,
yaitu penduduk gurun pasir dan penduduk kota. Penduduk gurun mulai dikenal pada
abad kekinian pada masa itu yakni kira-kira seratus lima puluh tahun sebelum
datangnya islam. Alasan yang mendasar adalah karena penduduk gurun terlalu
terbelakang dan belum mengenal huruf apalagi system pemerintahan.Jadi
keterbelakangan ini yang membuat tidak adanya peninggalan-peninggalan yang menjelaskan
sejarah mereka. Adapun penduduk kota ialah penduduk yang lebih maju dibanding
penduduk gurun. Mereka telah mengenal system pemerintahan bahkan telah
terbentuknya kerajaan yaitu kerajaan Hirah dan Ghassan.
Disamping keterbelakangan penduduk gurun, ternyata ada
keistimewaannya.Bahasa mereka yang masih murni tanpa adanya campuran dari
bahasa asing membuat tempat itu menjadi tempat belajar bahasa. Berbeda dengan
penduduk kota yang telah melakukan transaksi dengan bangsa asing membuat bahasa
maupun adat mengalami percampuran sehingga tidak terpeliharanya keaslian
mereka.
NEGERI-NEGERI DAN
KERAJAAN-KERAJAANNYA
Yaman
Negeri Yaman adalah negeri yang terkenal akan tanahnya
yang subur dan bercurah hujan. Penduduk Yaman
telah mampu berinteraksi dengan bangsa lain khususnya para saudagar-saudagar
dari berbagai daerah. Bahkan mereka mampu membuat waduk-waduk dan bendungan
yang dijadikan tempat penyimpanan air agar tidak terjadi musibah kekurangan air
dan musibah banjir.Kemakmuran di negeri Yaman melahirkan berdirinya berbagai
macam kerajaan-kerajaan kecil.
Kerajaan Saba’terkenal karna kemashurannya. Ratunya yang
terkenal adalah ratu Bulqis yang ceritanya di riwayatkan di dalam Al-Qur,an
bersama Nabi Sulaiman dan burung Hud dan bendungan Ma’rib yang terkenal dalam
sejarahnya. Bendungan yang dirancang oleh arsitek-arsitek terkenal di masa itu,
juga merupakan bendungan raksasa yang mampu membendung air diantara dua gunung.
Bendungan raksasa ini tentunya perlu pengawasan dan renovasi.Akan
tetapi seiring melemahnya kerajaan Saba’ membuat bendungan kurang pengawasan
dan akhirnya jebol. Kejadian ini membuat penduduk Yaman banyak yang mengungsi
ke bagian utara Jazirah arab.
Runtuhnya kerajaan Saba’ mengawali berdirinya kerajaan
Himyar.Negeri Yaman di bawah kekuasaan kerajaan Himyar sangat
makmur.Raja-rajanya memperbaiki tatanan pertanian, pengairan dengan memperbaiki
bendungan-bendungan.
Kerajaan ini pada akhirnya melemah pula. Kejadian yang
sama terulang kembali yakni jebolnya bendungan-bendungan karena air bah dan
banjir yang disebabkan kurangnya pengawasan dan perbaikan dam yang menyebabkan
penduduk hijrah ke utara Jazirah Arab
Kesuburan tanah dan kemakmuran di negeri itu mengundang
para penjajah untuk berebut kekuasaan apalagi dengan runtuhnya kedua kerajaan
Saba’ dan Himyar.Diantaranya kerajaan-kerajaan Persia dan Romawi berlomba-lomba
hendak menguasai negeri Yaman tersebut.
Di Yamanada seorang raja yang bernama Zu Nu’as penganut
agama Yahudi.Di daerah sekitar kekuasaannya yaitu di Najran tersebar agama
Masehi. Takut akan pengaruh kerajaan Romawi dan Habsyi yang menjalar melalui
agama Masehi akhirnya raja Zu Nu’as memerintahkan penduduk untuk memeluk agama
Yahudi. Bagi orang yang menentang akan dibunuh mati. Banyak penduduk yang
memilih untuk mati karena tidak mau menukar agama mereka dengan agama Yahudi.
Salah seorang dari penganut agama Masehi mampu
meloloskan diri dari hukuman mati.Akhirnya meminta perlindungan dari kerajaan
Habsyi.Kemudian kerajaan Habsyi bekerjasama dengan kerajaan Romawi untuk
menyerang negeri Yaman.Dengan demikian Zu Nu’as mengalami kekalahan dan
akhirnya negeri Yaman jatuh ke tangan kerajaan Habsyi.
Di bagian utara Jazirah Arab terdapat suku-suku yang
suka mengganggu kerajaan Persia dan Romawi.Akhirnya kerajaan ini membuat
kabilah-kabilah sebagai dinding untuk melindunginya.Kabilah-kabilah ini diambil
dari suku-suku yang berasal dari negeri yaman.Mereka difasilitasi senjata dan uang.Dengan
demikian berdirilah kerajaan Manadzirah dan Ghassan yang bertugas melindungi
kerajaan Persia dan Romawi.
Kerajaan Manadzirah dan Ghassan acap kali mengalami
perselisihan.Perselisihan timbul karena sebab tapal batas dan politik.Kerajaan
Manadzirah menganut politik kerajaan Persia dan Ghassan menganut
Romawi.Akibatnya, kerajaan Persia dan Romawi saling bermusuhan.
HEJAZ
Lain halnya dengan negeri-negeri yang lain, Hejaz
merupakan daerah yang tidak pernah mengalami penjajahan atau menjadi rebutan bangsa
lain. Factor-faktornya diperkirakan karena daerahnya yang miskin yang
mengakibatkan kurangnya gairah para penjajah untuk menguasai negeri itu.Selain
itu di negeri ini telah menjadi ka’bah sejak zaman Nabi Ibrahim as.yang membuat
penduduknya bersama-sama menjaga negeri itu.
MAKKAH, KOTA SUCI
Makkah merupakan tempat yang menjadi idaman setiap orang
muslim dari dulu hingga sekarang. Umat yang rela mengantri panjang dan
berbondong-bondong untuk mengunjungi negri itu.Daya tariknya ialah, Makkah
menjadi tempatberdirinya ka’bah yang di dirikan oleh Nabi Ibrahim.Dahulu daerah
sekitar ka’bah sempit, karena pada awalnya ka’bah adalah tempat upacara-upacara
keagamaan.Namun, karena banyaknya orang yang berdatangan dari penjuru dunia
akhirnya tanah di sekelilingnya di jadikan tempat upacara-upacara keagamaan.
Kejadian tentang asal usul air zam-zam juga terjadi di
kota ini. Ketika Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah untuk
mengasingkan Nabi Ismail. Nabi Ismail di tinggalkan di lembah padang pasir
bersama ibunya. Suatu ketika mereka kehabisan bekal, dan air susu dari ibu
Ismail mongering sementara bayi Ismail terus menangis. Sebagai seorang ibu,
Siti Hajar yang tak lain adalah ibu Nabi Ismail berusaha mencari air. Ketika
itu suasananya sangat terik sehingga Siti Hajar melihat Fatamorgana yang ada di
suatu bukit yang ia kira itu adalah air. Siti Hajar berlarian menuju bukit
Shafa dan Marwa hingga tujuh kali.Menjelmalah malaikat menjadi seekor burung
yang mematuk-matuk di bawah kaki Ismail.Tatkala Ismail menghentakkan kakinya ke
tanah keluarlah air, yang kini kita kenal dengan sebutan air zam-zam. Air
zam-zam menjadi sumber air di kota Makkah.
Pemerintahan di kota Makkah
Karena kota Makkah menjadi tempat utuk melaksanakan
ibadah haji dan umroh, maka didirikanlah system pemerintahan yang bertujuan
untuk melindungi para jamaah haji.
Terdapat beberapa suku di kota Makkah, diantaranya suku Jurhum.
Dimasa kekuasaan Jurhum inilah Nabi Ismail datang.Karena kekayaan yang dimiliki
suku Jurhum membuat mereka terlena. Kekuasaan akhirnya berpindah tangan ke suku
khuza’ah karena seorang pemimpin Jurhum
meninggalkan Makkah yang merasa lemah tidak dapat menginsyafkan kaummnya. Tak
lama kemudian datanglah suku Quraish yang kemudian mampu merebut kekuasaan dari
tangan suku Khuza’ah.
Tahun Gajah
Tahun gajah merupakan tahun dimana raja Abrahah yaitu
raja dari Habsyi yang menguasai Yaman hendak menghancurkan ka’bah dengan
tentara bergajah. Asal mulanya ialah ia geram melihat banyak orang dari penjuru
dunia datang ke Makkah untuh menunaikan haji dan umrah dan orang-orang arab
sangat mengagung-agungkan ka’bah. Kemudian ia membuat sebuah gereja besar di
Yaman dan orang-orang diperintahkannya untuk berkunjung ke tempat itu. Namun
hal ini malah mengundang amarah orang-orang Arab.
Salah seorang dari Bani Malik bersumpah bahwa ia akan
menghancurkan gereja itu. Suatu ketika ia menyamar dan memasuki gereja
tersebut. Setelah gereja pada malam itu sepi ia mulai menjalankan aksinya. Ia
merusak apa-apa yang ada di dalam gereja dan melontari dinding dengan kotoran.
Abrahan mengetahui hal itu, dan dari sinilah balas dendam Abrahah bermula.
Makkah pada saat penyerangan ka’bah di pimpin oleh Abdul
Muthalib yaitu kakek Nabi Muhammad SAW.Sebelumnya telah terjadi perbincangan
kecil antara raja Abrahah dan Abdul Muthalib.Pada akhirnya, Abdul Muthalib
kembali ke Ka’bah dan melaksanakan Thawaf diikuti para pengikut.Dalam Thawaf
Abdul Muthalib berdo’a kepada Allah agar melindungi rumah suci Allah.Kemudian
diijabahlah do’a Abdul Muthalib dan Allah mengirimkan burung Ababil dengan batu
nerakanya yang dijatuhkan kepada tentara Abrahah yang kemudian kejadian itu
diabadikan dalam Al Qur’an Surah Al Fil.
Selain kota Makkah, di Hejas terdapat beberapa kota diantaranya kota
Thaif dan Yatsrib dan sebagainya.
Kehidupan di Jazirah Arab
Kehidupan social di Jazirah arab sangat menjunjung
tinggi syair Arab. Bagi mereka Syair merupakan seni yang paling indah dan
dihargai.Syair-syair yang menurut mereka bagus di gantung di ka’bah.Syair bisa
mengangkat derajat orang atau bahkan membuat hina.Selain sebagai seniman
seorang penyair dianggap sebagai pahlawan bahkan melebihi pahlawan yang membela
Negara dengan pedang dan kekerasan.Syair-syair yang ada pada zaman itu menjadi
arti penting karena menggambarkan kehidupan mereka baik dari segi adat
istiadat, peperangan, politik, maupun social.
Bangsa arab merupakan bangsa yang haus akan agama.
Mereka mencari agama dari dalam diri mereka sendiri atau melihat
kejadian-kejadian alam.Bagi mereka yang melihat agama dari dalam diri agama
merupakan kepercayaan yang dapat menentramkan hati. Sedangkan bagi mereka yang
melihat dari kejadian-kejadian alam agama adalah yang bias menyelamatkan mereka
dari kesulitan-kesulitan.
Konon kata, bahwa Jazirah arab dulu adalah daerah yang subur dan
hijau yang lambat laun menjadi tandus dan gersang. Hal ini bias menjadi alasan
kenapa bangsa Arab haus akan agama karena mereka butuh akan perlindungan.
Berbeda halnya dengan bangsa India atau bangsa Thionghoa, bangsa Arab lebih
semangat dalam membela agamanya.Seringkali terjadi peperangan di Arab karena
penduduk Arab yang kuat dalam memegang teguh agama.
Bangsa Arab telah memeluk agama dari Nabi Ibrahim
as.Namun karena ketidak puasan diri dan bosan terhadap ibadah dengan
melaksanakan ritual keagamaan.Mereka ingin bebas yang tidak terikat oleh
apapun.Akhirnya banyak yang menyeleweng.Ketidak puasan mereka, akhirnya
menimbulkan paradigma baru dengan menjasadkan tuhan.Mereka menyembah pohon,
bintang-bintang dan lain-lain.
Asal muasal penyembahan berhala adalah ketika penduduk Makkah hendak
berpergian mereka selalu membawa batu atau tanah yang berada di Ka’bah untuk
disembah di tempatnya yang baru.Mereka melakukan Tawaf sebagaimana mereka Tawaf
di Ka’bah.Akhirnya mereka membuat patung-patung dan meletakkannya di samping ka’bah.Namun
ka’bah tetap menjadi yang paling utama.Akhirnya agama Nabi Ibrahim tercampur
aduk dengan agama Watsani.Meski begitu, ada beberapa orang yang tidak mau
menyembah patung-patung atau memakan daging babi.Diantaranya adalah Zaid dan
beberapa orang lainnya.
Ada empat berhala yang utama dan terkenal yaitu Hubal
adalah berhala yang terbuat dari batu akik warna merah yang di letakan di
samping ka’bah, Latta bertempat di Thaif merupakan berhala tertua, Uzza yang
letaknya di Hejaz dan Manah yang ada di Yastrib(Madinah).
Bangsa Arab mengorbankan binatang-binatang untuk
mendekatkan diri kepada para dewa.Bahkan ada yang mengorbankan manusia, seperti
Abdul Muthalib yang hampir menyembeli Abdullah.
Kita tengok ke belakang bahwa di Arab ternyata ada agama ketuhanan
yakni agama yang di peluk oleh Zu Nu’as yaitu agama Yahudi. Agama Masehi pun
pernah ada di Arab yaitu agama yang dimusnakan oleh Zu Nu’as.
Dilihat dari hubungan kekeluargaan bangsa Arab pada saat
itu sudah meninggikan derajat wanita. Terlihat dari cerita-cerita tentang
wanita yang terjun di dalam medan perang dan berbagai cerita lainnya. Adapun
pembunuhan terhadap bayi-bayi perempuan itu dikarenakan mereka tidak mau kelak
ketika wanita sudah dewasa menjadi noda atau menjadi tawanan musuh.Tetapi
pembunuhan bayi perempuan hanya terjadi di sebagian wilayah saja. Umumnya
system kekeluargaan di sana sama seperti pada umumnya. Ketika hendak menikah
seorang laki-laki yang melamar wanita kemudian jika wanita itu menyetujuinya
maka akan dinikahinya. Pada zaman itu juga telah dikenal istilah thalaq.
Tergambar dari cerita ketiga anak dari Aus bin Haritsah.
Pada zaman jahiliyah jumlah istri di Arab tiada
terbatas.Permpuan-perempuan tidak memakai hijab dan biasa keluar rumah dengan
menggandeng tangan suaminya seperti bangsa barat.Adapun budaya berpakaian cadar
adalah budaya yang diturukan dari bangsa Turki yang diberi corak keislaman.
Derita yang dialami oleh perempuan-perempuan Arab pada masa itu ialah istri
dari ayah bias di wariskan kepada anak jika sang ayah telah meninggal.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Abdul Muthalib adalah seorang yang bertugas menyiapkan
air untuk para jama’ah haji.Ia berencana untuk mengusulkan menggali lagi sumber
air zam-zam agar keperluan air di Makkah tidak sulit. Namun, kaum Quraish tidak
menyetujuinya. Kemudian Abdul Muthalib bernazar, apabila ia diberi 10 orang
anak yang dapat membantu tugasnya maka akan dikurbankan salah satu dari anaknya
tersebut.
Diijabahlah oleh Allah do’anya.Ia diberi 10 orang.
Kemudian ia hendak mengurbankan salah satu anaknya dan dimintanya kepada
seorang tukang tenun untuk mengundi anak yang mana yang hendak dijadikan
kurban. Kemudian jatuh nama Abdullah dengan disaksikan oleh penduduk sekitar.Abdullah
adalah putra bungsu yang paling disayangi oleh Abdul Muthalib Ketika hendak
menyembelih putranya, kaum Quraish merasa kasihan kepada Abdullah.Akhirnya
diberi pilihan untuk undian ulang antara Abdullah dan 10 ekor unta. Tatkala
nama Abdullah jatuh lagi maka akan ditambah 10 ekor unta lagi. Dimaksudkan
adalah agar undian jatuh kepada unta. Tetapi setiap undian berlangsung nama
Abdullah selalu jatuh sebagai kurban hingga sampai pada tahap unta ke 100.Setelah
Abdullah bebas dari penyembelihan akhirnya beritanya tersebar ke seluruh Arab.
Akhirnya ia banyak dikenal oleh penduduk Arab.
Setelah Abdullah dewasa ia dinikahkan dengan Siti Aminah
binti Wahab. Setelah beberapa saat menikah, Abdullah pergi ke Negeri Syam untuk
berniaga. Pada Akhirnnya Abdullah meninggal dalam perjalanan sebelum ia sampai
berjumpa lagi dengan Siti Aminah. Namun, ternyata di dalam perut Aminah telah
tumbuh janin dari Abdullah.
Pada tanggal 12 Rabi’ul Awal atau 20 April 571 M
lahirlah Nabi Muhammad SAW..Nabi terlahir menjadi anak yatim.Aminah meninggal
dunia ketika Nabi berumur 6 tahun.Kemudian diasuhlah Nabi oleh kakeknya yaitu
Abdul Muthalib.Halimahtus Sa’diah pernah menyusui Nabi ketika Nabi masih
kecil.Semenjak itulah Nabi mengembala kambing di kampong halaman Halimahtus
Sa’diah.
Setelah kakeknya meninggal, Nabi Muhammad SAW.diasuh
oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Bersama Abu Thalib Nabi Muhammad SAW. belajar
berdagang hingga pernah ke negeri Syam.
Pada usianya yang ke 14 tahun.Terjadi perang Fijar yang ke
empat.Disebut perang Fijar karena perang ini terjadi pada bulan-bulan yang diharamkan
untuk berperang.Perang fijjar terjadi hingga 5 kali.
Dalam berdagang Nabi Muhammad SAW.Pernah bekerja pada seorang
saudagar kaya raya yaitu Siti Khadijah.Dalam bisnisnya bersama Nabi, perniagaan
mengalami untung yang berlimpah.Kepiawaian Nabi dalam berdagang dengan mengambil
untung yang tidak berlebih membuat barang dagangannya selalu habis. Nabi
Muhammmad SAW. terkenal dengan pribadi yang luhur yang kemudian beliau dijuluki
sebagai Al-Amin. Kemudian saat usia Nabi menginjak 25 tahun dilamarlah oleh
saudagar kaya yang berstatus janda yakni Siti Khadijah.
Semasa hidupnya Nabi banyak menolong penduduk kota
Makkah diantaranya mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya. Nabi Muhammad SAW
tidak pernah memuja berhala.Ia menganut ajaran Nabi Ibrahim, dan sering
menyendiri di gua Hira untuk merenungi alam semesta.
Pada usia ke 40 tahun Nabi dianggkat menjadi Rasul oleh
Allah SWT..Beliau menerima wahyu di Gua Hira dalam kesendiriannya.Pada saat itu
malaikat jibri menghampirinya dan menyeru kepada Nabi untuk membaca.Iinilah
awal turunnya wahyu yaitu QS Al-Alaq ayat 1-5.Beberapa saat setelah turunnya
wahyu Allah yang pertama, malaikat datang menghampiri Nabi di Gua Hira.Nabi
melihat malaikat Jibril kemudian menggigil dan pulang ke rumah.Sesampainya di
rumah di mintanya Khadijah untuk menyelimutinya.Saat itulah wahyu yang ke dua
turun.
Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan wahyu terbagi ke
dalam dua periode.Periode pertama adalah periode secara sembunyi-sembunyi. Pada
periode ini Allah SWT menyeru kepada Nabi supaya menyampaikan agama islam
kepada kerabat terdekat. Sesuai yang tercantum dalam QS As Syu’ara 214. Pada
periode ini ada sebagian yang menerima, tapi ada juga yang menentang.Diantara
yang menentang dakwah Nabi adalah pamannya sendiri yaitu Abu Lahab.
Periode kedua Allah memerintah Nabi berdakwah secara
terang-terangan.Sesuai QS Al Hijr 94.
Pada periode ini kaum Quraisy menentang seruan Nabi Muhammad SAW..
Faktor yang menyebabkan kaum Quraisy menentang adala perebutan kekuasaan,
menyamakan kedudukan setiap manusia, takut akan hari kebangkitan, taklid dengan
agama nenek moyang, dan sebagian dari mereka yang berjualan patung takut akan
kedatangan islam membuat mereka rugi.
Penyebaran agama islam ini membuat Nabi dan pengikutnya
dimusuhi oleh kaum Quraisy. Kaum Quraisy tak segan-segan untuk menyiksa umat
muslim. Pada akhirnya Nabi Muhamma SAW mengirim umatnya ke Habsyi karna Rasul
mengetahui bahwa raja Habsyi yaitu raja Negus adalah orang yang adil. Bahkan
ketika kaum Quraisy memohon kepada raja Negus untuk memulangkan umat islam ke
Makkah raja Negus menolak dan membiarkan Rasul dan pengikutnya tetap tinggal
dengan aman.
Ketika Hamzah dan Umar masuk islam bertambah kuatlah
islam. Karena Hamzah dan Umar bin Khatab merupakan tokoh yang dianggap kuat.
Aneka upaya kaum Quraisy makin menjadi, hingga menemui paman Nabi yaitu Abu
Thalib agar mau menghentikan Nabi dalam berdakwah.Namun Abu Thalib
menolak.Akhirnya kaum Quraisy menyuruh untuk menukarkan salah satu anaknya
dengan Nabi Muhammad.Namun Abu Thalib tetap menolak.
Karena kebenciannya kaum Quraisy terhadap Nabi, akhirnya
mereka melakukan pemboikotan terhadap keturunan Bani Hasyim. Isi pemboikotan
tersebut adalah mereka tidak akan mengadakan perkawinan dengan Bani Hasyim dan
tidak untuk melakukan jual beli. Tidak mau berbicara dan menjenguk orang yang
sakit dari keluarga Bani Hasyim bahkan tidak mau mengantarkan jenazah ke
kuburannya.Pemboikotan terjadi selama 3 tahun.Karena pemboikotan ini Bani
Hasyim menderita dan mengalami kemiskinan dan kelaparan.Namun ada sebagian kaum
Quraisy yang merasa kasihan akhirnya merobek pemboikotan dan hubungan keduanya
pulih kembali.
Setelah 10 tahun Nabi berdakwah dengan didampingi Siti
Hadijah dan Abu Thalib kini beliau kehilangan kedua pelindung beliau hanya
dengan selisih tiga hari. Ada yang berpendapat bahwa Abu Thalib meninggal dalam
keadaan belum memeluk islam dan ada yang berpendapat bahwa Abu Thalib memeluk
islam dengan sembunyi-sembunyi. Tahun ini di sebut tahun duka cita.
Satu tahun sebelum Nabi hijrah terjadi peristiwa isra’
mi’raj.Yaitu naiknya Nabi Muhammad SAW ke sidratul muntaha setelah dari
Masjidil Aqsa Palestina dalam waktu semalam. Keesokan harinya ketika beliau
menceritakan apa yang dialaminya kaum Quraisy senang karena mendapat bukti
bahwa Nabi memang gila. Di tengah-tengah kaum yang tidak percaya, Abu Bakar
dengan lantangnya mempercayai apa yang dikatakan oleh Rasul.
Kota Yastrib berbeda halnya dengan pendudukdi
Makkah.Bangsa Yastrib menerima ketuhanan, hari bangkit, hisyab, adanya surga
dan neraka.Di Yastrib ada golongan suku Aus dan Khazraj.Mereka sering melakukan
peperangan.Datangnya Nabi ke Yastrib dapat mempersaudarakan kedua suku
tersebut.Saat berada di Yastrib, Rasul berhasil membuat suatu perjanjian yang
di sebut dengan Aqabah l. pada tahun ke-13 kenabian dibuatlah perjanjian Aqabah
ll.
Perjalanan Nabi dari Makkah ke Madinah dilakukan dengan
sembunyi-sembunyi karena kaum Quraisy yang hendak membunuh beliau.Namun
kepergian Nabi dan Abu Bakar segera diketahui oleh kaum Quraisy. Akhirnya
mereka membuat sayembara barang siapa yang dapat menangkap Nabi baik hidup
maupun mati akan dihadiahi 100 ekor unta. Berbeda dengan kaum Makkah yang keji
mengusir Nabi dari tempat kelahirannya, penduduk Yastrib justru dengan senang
hati menyambut kedatangan Nabi hingga mengiringi dengan berbagai lagu nasyid.
Dalam perjalanan Nabi ke Madinah, beliau sempat singgah
ke kota Quba selama 4 hari. Di sana Nabi mendirikan sebuah masjid yang terkenal
yakni masjid Quba. Di Quba inila Nabi bertemu dengan Ali bin Abi Thalib
kemudian Ali menyusul Nabi berangkat ke Madinah. Peristiwa hijrahnya Nabi dari
Makkah ke Madinah ini dimulainya tahun islam atas inisiatif Umar bin Khatab
agar umat muslim tidak melupakan peristiwa hijrah ini.
Dasar-dasar masyarakat islam yang telah dibentuk oleh
Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah mendirikan masjid-masjid, mempersaudarakan
kaum Anshar dan kaum Muhajirin, membuat
perjanjian-perjanjian untuk saling bantu membantu antara sesame kaum muslim
maupun non muslim, meletakkan dasar politik, ekonomi dan social untuk
masyarakat baru.
Mengenai Nabi yang berpoligami, sesungguhnya terdapat
berbagai alasan yang murni dengan berbagai hikmah yang tinggi.Nabi Muhammad
berpoligami bukan didasarkan atas nafsu tetapi untuk kepentingan umat.
Diantara bani yang memusuhi kaum muslim adalah bani
Nadhir, bani Khaibar, bani Quraizhah.
Peperangan-peperangan yang penting dizaman Nabi
Gazwah dan Sariyyah
Perbedaan antara Gazwah dan Sariyyah adalah, Gazwah
adalah peperangan yang diikuti oleh Nabi sedangkan Sariyyah adalah peperangan
yang diwakilkan Rasulullah kepada sahabatnya.Perang Gazwah terjadi selama 27
kali dan Sariyya 30 kali.banyak terjadi peperangan-peperangan, namun yang akan
dibahas adalah beberapa peperangan yang berpengaruh besar terhadap tersiarnya
islam.
Gazwah Badr Alkubra
Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke dua
hijriah.Perang ini kerab disebut dengan perang badar karena lokasinya yang
berada di dekat perigi seorang yang bernama Badr terletak antara Makkah dan
Madinah.
Bermula pada saat kaum Quraisy yang mengusir kaum muslim
dari kota Makkah. Hijrahnya Nabi dan kaum Muslim tidak membuat kaum Quraisy
puas, bahkan mereka teramat kesal mengetahui bahwa Nabi dan pengikutnya
mendapat markas baru.
Suatu ketika kaum muslim menahan kafilah kaum Quraisy
yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Maka Abu Sufyan mengirim kira-kira seribu
pasukan yang terdiri dari pasukan dan orang-orang besar kaum Quraisy. Berawal
dari kaum muslim yang dirampas hartanya oleh kaum Quraisy sehingga kaum
Muslimpun menahan barang niaga kaum Quraisy.Setelah harta Quraisy telah selamat,
di lembah Bad ada dua pasukan yang masih disana dan saling berhadap-hadapan.
Akhirnya terjadilah pertempuran antara umat islam dan kaum Quraisy.
Pertempura yang sengit menyebabkan debu-debu naik ke
udara bergulung-gulung.Kemudian berhentilah peperangan itu denga tiga pahlawan
Quraisy yang gugur pada waktu itu.Kekalaha kaum Quraisy ini dianggapnya sebagai
aib dan makin berkobarnya rasa dendam itu.Mengetahui kekalahan kaum Quraisy
akhirnya orang-orang Yahudi pun ikut terjun bergabung dengan kaum Quraisy.Dibuatlah
suatu tipu muslihat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.
Perang Uhud
Perang uhud
merupakan kelanjutan dari perang Badr.Terjadi pada pertengahan bulan Sya’ban
tahun ke tiga hijriah.Lokasi perang Uhud terjadi di kaki gunung Uhud.Perang ini
merupakan ajang balas dendam kaum Quraisy yang kalah pada perang
Badr.Berundinglah masing-masing dari kaum Quraisy dan kaum Muslim untuk
mempersiapkan diri pada perlawanan.
Nabi menyusun
strategi dengan kaum Muslim di Madinah. Musyawarah mengeluarkan dua pendapat, yaitu
perang didalam kota Madinah atau di luar kota Madinah. Pendapat banyak yang
mengarah untuk ke luar dari kota Madinah.
Kemudian berangkatlah Nabi dan Kaum Muslim keluar kota Madinah. Saat
perjalanan baru dimulai, barisan terpecah menjadi dua yang sepertiganya ikut
dalam barisan tokoh munafik yaitu Abdullah bin Ubay yang mengundurkan diri
untuk kembali ke Madinah. Alasan Abdullah bin Ubay berkhianat adalah usulannya
yang tidak diterima dalam musyawarah.
Nabi menyusun strategi untuk menyiapkan para pemanah untuk berjaga di atas bukit.Tujuannya adalah supaya dapat menghalau pasukan berkuda kaum Quraisy.Dalam musyawarah, Nabi melarang para pemanah untuk meninggalkan tempatnya.
Nabi menyusun strategi untuk menyiapkan para pemanah untuk berjaga di atas bukit.Tujuannya adalah supaya dapat menghalau pasukan berkuda kaum Quraisy.Dalam musyawarah, Nabi melarang para pemanah untuk meninggalkan tempatnya.
Pertempuran pun
dimulai.Kaum Muslim menunjukkan tanda-tanda kemenangannya.Akhirnya kaum Muslim
mengumpulkan barang bawaan dari kaum Quraisy yang telah kalah.Para pasukan
pemanah pun ikut serta turun bukit tanpa menghiraukan nasihat Nabi agar tidak
meninggalkan tempat.
Kesempatan ini
telah dinanti-nanti oleh Khalid bin Walid, yaitu tokoh dari pihak kaum Quraisy.
Lengahnya pasukan umat Muslim memberi peluang kesempatan bagi kaum Quraisy
untuk memukul kaum Muslim.Kejadian itu membuat barisan umat Muslim kocar kacir
dan panic.Banyak diaantaranya saling bunuh membunuh dalam sesamanya.Nabi
Muhammad SAW pun mengalami luka dan jatuh ke lubang yang berlumur darah.
Seorang dari
kalangan kaum Quraisy berteriak bahwan Nabi telah tewas. Teriakan itu membuat
kaum Quraisy merasa puas dan menghentikan pertempuran.Ketika salah seorang dari
kaum Muslim hendak menyambung teriakan bahwa Nabi masi hidup dilaranglah oleh
Nabi agar peperangan tidak berlanjut yang menyebabkan tumpah darah lagi.70
orang kaum Muslim meninggal pada pertempuran itu.
Perang Ahzab atau Perang Khandak
Perang yang
terjadi pada bulan Syawal tahun ke lima Hijriyah. Terjadi di sekitar kota
Madinah bagian utara.Perang ini sebut perang Khandak karena dalam perang ini
kaum Muslim membuat strategi berupa parit yang dalam, lebar lagi luas usulan
dari Salman Al-Farisi. Khandak adalah bahasa arab yang artinya parit. Dalam
peperangan kali ini tidak hanya kaum Quraisy yang melawan kaum Muslim tetapi
umat Yahudi pun ikut masuk ke barisan kaum Quraisy yang menambah kuatnya
pasukan kaum Quraisy.Tidak hanya kaum Quraisy yang mendapat bantuan dari kaum
Yahudi. Umat muslim juga mendapat dukungan dari beberapa bani-bani kafilah.
Ketika kaum
Quraisy hendak memasuki Madinah terkejutlah mereka karena disambut oleh
hamparan parit yang luas.Beberapa dari kaum Quraisy hendak mempertaruhkan nyawa
dengan menyebrangi parit tersebut.Oleh karena adanya parit tersebut
membuatpasukan Quraisy berkemah disekitaran parit.Tetapi badai angina dan hujan
menerpa perkemahan itu.Hal ini membuat retaknya barisan kaum Quraisy.
Dalam
peperangan ini kaum Muslim mendapat pertanda kemenangan, yaitu dengan masuk
islamnya Nu’aim bin Mas’ud. Nu’aim bin Mas’ud merupakan seorang pemimpin Arab.
Nu’aim masuk islam secara diam-diam yang kemudian dijadikan tipu muslihat untuk
memecah belah lawan. Badai kiriman dari Allah pun turut membuat lemah pasukan
Quraisy.
Setelah perang
khandak selesai dengan dimenangkan oleh umat Muslim, bebrapa waktu kemudian
terjadi perundingan Hudaibiah. Berawal dari kaum Muslim yang hendak pergi
menunaikan ibadah haji yang kamu Quraisy mengira kaum Muslim akan berperang.
Kekhawatiran kaum Quraisy dapat di tenangkan oleh Usman bin Affan yang saat
ditahan oleh Quraisy. Terdengar berita bahwa Usman telah dibunuh umat Muslim
mengadakan sumpah yang dikenal dengan Bai’atur Ridwan.Isi dalam sumpah ini
adalah bahwa mereka siap membela dan berperang mati-matian hingga menang.
Isi perundingan
Hudaibiah antara Umat Muslim dan kaum Quraisy:
1.
Perletakkan
senjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun
2.
Orang
Quraisy yang tidak mendapat izin dari walinya tidak boleh bertemu kaum Muslim
3.
Quraisy
tidak menolak kaum Muslim yang kembali kepada mereka
4.
Dibolehkannya
perjanjian di kedua belah pihak
5. Menangguhkan
ibadah umrah hingga tahun depan dan umat muslim yang umrah dilarang membawa
peralatan perang kecuali pedang dalam sarung serta tidak mengizinkan kaum
muslim untuk tinggal di Makkah lebih dari tiga hari.
Perang Mut’ah
Terjadi di tahun ke delapan hijriah di desa Mut’ah di
utara Jazirah Arab. Peperangan ini terjadi antara kaum muslim dan bangsa Romawi
yang bergabung dengan Bani Gassan. Dalam perang ini, Khalid bin Walid membuat
gulungan pasir yang tebal untuk menggentarkan pasukan lawan karena perbandingan
pasukan yang tiada berimbang. Akhirnya dengan melihat gulungan debu nan tebal
itu kaum Quraisy mengira ada ribuan balatentara umat muslim yang akhirnya
membuat kaum Quraisy mundur.
Menaklukkan Kota Makkah
Terjadi pada tahun delapan hijriah yang bertempat di Makkah. Terbukanya peluang dan seringnya menang dalam pertarungan membuka jalan kaum muslim untuk merebut kembali kota Makkah. Selain itu kekuasaan umat muslim semakin meluas sehingga kota Makkah bak terkepung oleh kaum Muslim. Pada perang ini kaum muslim dapat menaklukkan kota Makkah.
Terjadi pada tahun delapan hijriah yang bertempat di Makkah. Terbukanya peluang dan seringnya menang dalam pertarungan membuka jalan kaum muslim untuk merebut kembali kota Makkah. Selain itu kekuasaan umat muslim semakin meluas sehingga kota Makkah bak terkepung oleh kaum Muslim. Pada perang ini kaum muslim dapat menaklukkan kota Makkah.
Perang Hunain dan Thaif
Perang Thaif merupakan kelanjutan dari perang
Hunain.Terjadi di tahun ke delapan hijriah di Wadi Hunain dan Thaif. Asal
muasal perang ini adalah kekuatan yang berusaha menentang islam yang timbul
saling susul menyusul.
Perang Tabuk
Terjadi pada tahun 9 hijriah di kota Tabuk
utara Jazirah Arab. Pada tahun ke 9
hijriah ini adalah pintu gerbang kemenangan umat muslim. Tahun ini di sebut
tahun Delegansi.Tahun 10 hijriah adalah tahun Dimana Nabi mengerjakan haji
terakhir sebelum beliau meninggal.Haji ini sering disebut Hijjatul Wada. Haji
ini diikuti oleh umat muslim kira-kira 100.000 orang yang ikut haji bersama
Nabi.
Setelah tiga
bulan dilaksanakannya haji wada Rasulullah SAW menderita demam. Sakit ini
membuat Rasul tidak dapat mengimami shalat kaum muslim yang akhirnya diutus abu
Bakar untuk menggantikannya.
Ketika Nabi
berusia 63 tahun saatnya beliau tutup usia. Beliau meninggal pada hari Senin 13
Rabi’ul Awal tahun ke 11 hijriah. Wafatnya Nabi begitu dirasakan umat muslim.
Khulafa’ur Rasyidin
Setelah
wafatnya Nabi, Abu Bakar terpilih menjadi khalifah untuk menggantikan Rasul.Abu
Bakar terpilih melalui system musyawarah.Karena Abu Bakar terpilih karena
selama hidupnya Nabi AbuBakar adalah seorang yang selalu mendampingi
Nabi.Bahkan peristiwa isra’ mi’raj Abu Bakar menjadi orang yang dengan lantang
membenarkan Nabi.Oleh sebab itu Abu Bakar diberi gelar As Sidiq yang artinya
benar.
Peran Abu Bakar
sebagai Khalifah adalah memberantas nabi-nabi palsu, perluasan daerah kekuasaan
islam, mengadakan zakat, dan mengumpulkan mushaf-mushaf Al-Qur’an. Abu Bakar
menjadi Khalifah selama 2 tahun kemudian dia meninggal dunia karena sakit.
Umar bin Khatab
kemudian menggantikan Abu Bakar menjadi Khalifah pasca meninggalnya Abu Bakar
As-Sidiq. Umar menjabat sebagai Khalifah selama 10 tahun kemudian di terbunuh
dalam pemberontakan saat beliau melaksanan solat. Umar ditunjuk sebagai
khalifah dengan cara penunjukan oleh khalifah sebelumnya.
Usman bin Affan
maju menggantikan Umar bin Khatab pasca ditikamnya Umar bin Khatab. Pada masa
Usman inilah diadakan pengkodifikasian ayat-ayat Al-Qur’an mengingat banyaknya
para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam medan perang. Usman meninggal karena di bunuh saat ia sedang
membaca Al-Qur’an.